Sosialisasi Kepada Siswa Siswi SDN Kepatihan dan SDN 1 Lateng
Edukasi Konservasi Penyu Melalui Mendongeng dan Mewarna
Penyampaikan konservasi alam bisa dengan berbagai metode dan cara. Bisa melalui tindakan nyata secara langsung. Bisa melalui poster-poster juga bisa melalui pendekatan kepada personal, komunitas maupun khalayak.
Salah satu cara efektif adalah mengenalkan konservasi alam kepada anak-anak. Dengan cara pendeketan yang disesuaikan umur, maka pesan yang disampaikan akan diingat hingga mereka dewasa.
Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) tidak hanya melakukan kegiatan secara nyata pada bidang pelestarian Penyu. Terutama di luar kawasan taman nasional di Kabuapten Banyuwangi. BSTF juga melakukan kegiatan – kegiatan sosialisasi kepada kelompok masyarakat maupun komunitas. Termasuk melaksanakan edukasi konservasi kepada siswa. Mulai Taman Kanak-kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT).
Bersamaan dengan kunjungan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada Rabu (5/5) ke Banyuwangi, juga dilaksanakan kegiatan edukasi konservasi Penyu yang bertempat di Villa So loong Banyuwangi.
Melalui program Bakti BCA, sebanyak 110 siswa dari dua sekolah mengikuti kegiatan edukasi konservasi. Dua sekolah tersebut adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kepatihan dan Sekolah Dasar Negei (SDN) 1 Lateng.
Mereka mendapatkan edukasi tentang Penyu di Banyuwangi melalui kemasan mendongeng yang menginspiratif. Selanjutnya mereka juga diajak mewarnai Tote Bag dengan gambar Penyu. Melalui kreasi tersebut, diharapkan pesan-pesan tentang konservasi bisa tersampaikan dan selalu diingat. Seperti pesan jangan membeli atau memakan telur Penyu. Jangan membuang sampah disembarang tempat. Buanglah sampah di tempat sampah dan sesuai dengan jenis sampahnya.
Turut hadir dalam acara Direktur PPATK, Danang Tri Hartono didampingi Direktur Pelaporan PPATK Patrick Irawan PPATK serta Direktur BCA Lianawaty Suwono. Mereka menyaksikan langsung kegiatan edukasi konservasi serta berinteraksi dengan siswa.
Puncak acara seluruh peserta baik siswa, kepala sekolah, jajaran pimpinan PPATK serta jajaran direksi BCA melepasliarkan 1.350 ekor Tukik di pantai Villa So Loong secara bersama-sama. Kemeriahan serta riang gembira tampak pada raut siswa. Pengenalan tentang Penyu, edukasi konservasi, mewarnai hingga melaksanakan secara langsung pelepasliaran merupakan pengalaman yang tidak didapat di dalam kelas.
Wiyanto Haditanojo selaku pendiri BSTF mengharapkan apa yang sudah dilakukan Yayasan konservasi Penyu sejak 2014 ini bisa berlangsung terus hingga kedepannya nanti. Dengan tujuan besarnya adalah anak cucu di masa depan masih bisa melihat dan menyaksikan langsung keberadaan Penyu. Terutama di Banyuwangi.






